BACA BUKU DI LINGUNGAN RT

KETIKA BUKU MENYAPA DISETIAP GANG

CONTOH PEMBIASAAN LITERASI SEJAK DINI

Inovasi Pos Buku RT 17 Kel.Karam Asam Ulu, Kota Samarinda



      Ayo Baca Buku menjadi sajian pertama yang menyambut kami saat berkunjung ke RT 17, Kelurahan Karam Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Sambutan ini terasa lebih istimewa karena ketua RT yang ramah dan proaktif dalam memajukan lingkungan. Pos-pos buku yang berjajar di sepanjang gang rumah warga, dipadukan dengan kolam ikan hias yang cantik, semakin memperkuat kesan asri dan nyaman yang dimiliki lingkungan ini.

Saat itu, saya sedang melakukan penelitian  di wilayah ini, dan berkesempatan mewawancarai salah satu warga. Dalam percakapan kami, saya menanyakan rasa penasaran saya mengenai pos-pos buku yang tadi menyambut kami saat tiba, warga tersebut mengungkapkan bahwa inovasi-inovasi baru itu memang banyak muncul dari inisiatif Ketua RT 17. Warga merasa beruntung memiliki pemimpin yang masih muda, penuh energi, dan bersemangat dalam menciptakan berbagai hal positif untuk lingkungan mereka, Salah satunya pos-pos buku "Mungkin karena beliau masih muda, jadi idenya segar dan relevan dengan kebutuhan saat ini," ujar warga tersebut sambil tersenyum bangga.

Lingkungan RT 17 terasa berbeda karena berhasil menciptakan suasana yang mendukung warganya untuk lebih dekat dengan buku. Fasilitas akses buku yang mudah dan gratis menjadi langkah awal yang sangat penting, khususnya untuk masyarakat sekitar. Selain memotivasi warganya, inisiatif ini juga dapat menjadi contoh positif bagi RT-RT lainnya di sekitarnya.


25 September 2024

Pos-pos buku yang dipajang di sepanjang gang memberikan ruang yang nyaman dan aman bagi warga yang ingin membaca, terutama anak-anak. Ini adalah langkah cerdas untuk menumbuhkan minat baca sejak dini. Anak-anak yang biasanya hanya bermain, kini dapat mengalihkan waktu mereka untuk belajar sambil bermain melalui kegiatan membaca.

Di era digital saat ini, minat baca masyarakat memang cenderung menurun. Oleh karena itu, kesadaran seperti yang ditunjukkan oleh RT 17 sangat diperlukan. Mereka tidak hanya diam menghadapi tantangan ini, tetapi justru bangkit dengan menciptakan revolusi membaca yang dimulai dari gang-gang di lingkungan mereka sendiri.

Ajakan ini tidak hanya berlaku bagi warga RT 17, tetapi juga bagi generasi muda di mana pun. Kita perlu melek akan pentingnya membaca buku. Buku adalah jendela dunia yang membuka banyak wawasan dan pengetahuan. Mari kita manfaatkan akses yang ada, seperti yang dilakukan oleh anak-anak di RT 17, untuk terus belajar dan mengembangkan diri melalui membaca. Sebuah inovasi kecil, seperti menyediakan buku di gang-gang, bisa menjadi awal dari perubahan besar. Semoga ini bisa menginspirasi lebih banyak pemuda untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui literasi.




Thank you for reading... see you in my next story

@mrllnaaa 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

EKSPLOR SALAH SATU WARISAN BUDAYA DAYAK DI TENGGARONG

PROGRAM BUMRT DI SAMARINDA