PELAKSANAAN BUMRT DISAMARINDA
OLEH TIM PENELITI BUMRT FISIP UNMUL

Badan Usaha Milik Rukun Tetangga (BUMRT) merupakan kegiatan usaha ekonomi dari dan untuk masyarakat dalam lingkungan Rukun Tetangga (RT) untuk peningkatan pendapatan asli, dan mengembangkan ekosistem ekonomi digital di wilayah RT berbasis Kelurahan. Dalam rangka mewujudkan perekonomian kota yang maju, mandiri, berkerakyatan dan berkeadilan, dirumuskanlah program pengembangan Badan Usaha Milik Rukun Tetangga (BUMRT) yang dimana program ini merupakan salah satu dari 10 program unggulan Pemerintah Kota Samarinda. Pernyataan ini terterah pada peraturan walikota Samarinda Nomor 72 Tahun 2022 tentang Pedoman Teknis Pembentukan dan Pelaksanaan Badan Usaha Milik Rukun Tetangga (BUMRT). Tujuan dari pembentukan BUMRT sendiri adalah mewujudkan kelembagaan perekonomian masyarakat yang mandiri untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, mendukung kegiatan investasi lokal, penggalian potensi lokal serta meningkatkan ketertarikan perekonomian dengan membangun sarana dan prasarana perekonomian yang dibutuhkan untuk mengembangkan produktivitas usaha masyarakat di wilayah kelurahan dan menciptakan kesempatan berusaha dan membuka lapangan pekerjaan.
Menjadi program baru yang di luncurkan pada pertengahan tahun 2023 sebagai trobosan inovatif oleh Wali Kota Samarinda menjadi program BUMRT pertama di Indonesia. Peluncuran terlaksana di Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur. Program ini diutamakan pada sektor perikanan dan pertanian. "Kami sepakat bahwa ekonomi yang sehat dan stabil mencerminkan kesehatan dan aktivitas masyarakat di segala lapisan" ungkap bapak Andi Harun, dilansir dari nukaltim.id.

Tim peneliti Fisip Unmul yang berkesempatan membawa dua judul penelitian yakni "Inklusi Keuangan UMKM : Mengembangkan Kewirausahaan yang Bekelanjutan Melalui Peran BUMRT di Samarinda" dan "Peran Digitalisasi dalam Pengembangan Program Inovatif BUMRT sebagai solusi Pemberdayaan UMKM di Kota Samarinda" yang digarap oleh beberapa dosen Program Studi Administasi Bisnis dan beberapa Mahasiswa dari program studi Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi, Oleh Ibu Dr. Finnah Fourqoniah, M.,Si, Ibu Poppy Alvianolita Sanistasya. M. AB, bapak Dr. Muhammad Zaini, M.Si, Marlina, Eka Cahyani M.H, Eva Kartika M.S, Vivid Huda Taghulihi dan Elfina. Membawa judul yang berbeda tentu mengharuskan kami untuk menggali banyak informasi dilapangan terkait pelaksanan BUMRT yang bisa dibilang sangat baru, baru berjalan sekitar satu tahun membuat kami tim peneliti ingin mengeksplor banyak terkait bagaimana pelaku-pelaku usaha ini yang dinaungi oleh BUMRT untuk menjalankan usahanya, terkait pengelolahan keuangan, digitalisasi pemasaran, dan kinerja usaha beserta beberapa topik penting lainnya.

Berkesempatan untuk terjun langsung bertemu dengan beberapa pelaku usaha yang dinaungi BUMRT membuat kami dari tim peneliti Fisip Unmul paham kondisi lapangan yang sesungguhnya, dua kelurahan yang sempat kami datangi dengan arahan dari kecamatan masing-masing membuat kami mendapatkan banyak sekali informasi terkait dengan pelaksanaan Badan Usaha Milik Rukun Tetangga (BUMRT) di kelurahan tersebut. Kelurahan lempake, Kec. Samainda Utara menjadi tempat pertama yang kami kunjungi, diarahkan langsung untuk bertemu dengan satu-satunya pelaku usaha yang dinaungi BUMRT di Kelurahan Lempake, yang diketuai oleh bapak Adung Ks Utomo juga selaku ketua Rt 19. Bapak Adung memiliki usaha yang bergerak dalam sektor pertanian, beternak beberapa hewan seperti domba, kambing dan sapi, memiliki 4 karyawan membuat usaha ternak milik bapak Adung cukup berjalan dengan baik, bahkan perkiraan omset mencapai puluhan juta perbulannya. Perkembangan usaha bapak Adung ini tentu selain mendapatkan biaya dari dana kelurahan juga mendapatkan bantuan dari pemerintah yang disebut dengan bantuan Probabaya. Selain kami berbincang santai terkait isi kuesioner kami, kami juga diberi tau tentang keinginan bapak Adung untuk memulai usaha ternak ini,"Sebenarnya usaha ini ada karena saya ingin anak muda desa ini ikut serta ambil peran, belajar berusaha, memiliki usaha sendiri, karena banyak anak muda yang belum paham bahwa memiliki usaha itu penting salah satu tujuan selain membangun desa juga mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit" ungkap bapak Adung.

Kecamatan selanjutnya yaitu kecamatan Sungai Pinang Kelurahan Gunung Lingai, merupakan Kelurahan yang pertama kali melaksanakan program ini tentu memiliki banyak pelaku usaha yang dinaungi BUMRT didalamnya, beberapa pelaku usaha yang kami kunjungi ada usaha Ternak Lele, Kerajinan Tangan dan Budidaya Hidroponik yang berada di RT 3 dan RT 22. Menjadi kelurahan pertama yang di cetuskan oleh bapak Walikota, menjadikan setiap RT di kelurahan ini memiliki masing-masing pelaku usaha. Walaupun baru tehitung sekitar 1 tahun program ini berlangsung namun sudah membuat beberapa pelaku usaha ini merasakan manfaatnya. "Alhamudlilah, karena adanya program ini saya bisa usaha, yang dimana usaha yang saya jalankan dengan beberapa teman disini berjalan cukup baik.Ternak lele kan tidak selalu di pantau setiap saat, jadi kami bisa kerja sampingan yang lain, tapi tetap usaha lele yang punya hasil lumayan besar" ungkap pak Heripurwanto, Salah satu pelaku usaha ternak lele di Kelurahan Gunung Lingai. Kami juga banyak berbincang dengan beberapa pelaku usaha lainnya, ternyata ada banyak jenis usaha yang dilakukan, salah satunya penyewaan tenda, bank sampah, dan juga usaha sembako.
Kami mendengar banyak keluh kesah mereka terkait dana bantuan dan kondisi lahan khususnya pelaku usaha yang masih baru, masih berjalan sekitar 5 bulan, membuat mereka harus lebih exstra dalam mengembangkan usahanya. Bagaimana mereka diharuskan paham terkait inovasi, sumber daya, dan juga mereka perlu paham mengenai pemanfaatan sosial media. Banyak strategi-strategi yang memang mengharuskan mereka belajar dalam upaya mengembangkan usaha. Dan kami belajar bahwa itu adalah salah satu upaya awal dalam membangun usaha, banyak hal yang perlu kita pelajari banyak pemasalahan dalam usaha yang tentunya harus kita lewati agar tujuan dari keinginan berusaha itu bisa tercapai. Tidak ada usaha yang langsung mencapai kesuksesan mereka yang sukses di luar sana juga adalah mereka yang berusaha dari awal dan belajar banyak hal.
Kami berharap bahwa tidak hanya beberapa tempat yang kami kunjungi memiliki usaha yang suskes nantinya, namun juga semua pelaku usaha khususnya di Samarinda bisa memperluas usahannya, karena mereka semua sangat terbantu dengan adanya program ini, support dari pemerintah untuk berwirausaha dan tidak semua tempat mendapatkan peluang itu. Kembali pada pelaku usahanya apakah mampu memanfaatkan peluang ini dengan sebaik baiknya atau tidak.
Thank you for reading... see you in my next story
@mrllnaaa
Komentar
Posting Komentar